Ada apa dengan HASIL REAKSI ASAM DAN BASA





Dalam kimia SMA kita mengenal konsep asam-basa Arrhenius, Bronsted-Lowry dan Lewis.
Berdasarkan buku kimia SMA yang telah beredar dinyatakan bahwa hasil reaksi asam dan basa merupakan reaksi penetralan yaitu selalu menghasilkan garam. Pernyataan tersebut disajikan setelah konsep asam-basa Arrhenius diberikan kemudian diteruskan dengan konsep asam-basa Bronsted-Lowry dan Lewis.
Sebagian besar siswa akan beranggapan bahwa semua reaksi asam dan basa selalu menghasilkan garam, baik reaksi asam-basa Arrhenius, reaksi asam-basa Bronsted-Lowry, dan reaksi asam-basa Lewis juga selalu menghasilkan garam.
Padahal secara konseptual yang ditinjau dari teori ikatan kimia, hasil reaksi asam-basa Bronsted-Lowry dan Lewis tidak selalu menghasilkan garam. Hasil reaksi asam-basa Arrhenius selalu menghasilkan garam karena selalu melibatkan ion logam dan bukan logam kemudian membentuk garam.
Hasil reaksi asam-basa Bronsted-Lowry tidak hanya menghasilkan garam tetapi juga menghasilkan asam dan basa konjugat, yaitu asam atau basa yang kehilangan atau mengalami penambahan ion H+. Misalnya: H3O+
Hasil reaksi asam-basa Lewis juga tidak selalu menghasilkan garam karena dalam reaksi asam-basa Lewis juga dapat menghasilkan hasil adisi asam-basa (Adduct).
  • Berdasarkan konsep tersebut siswa bahkan guru cenderung menganggap reaksi asam-basa selalu menghasilkan garam saja
  • Siswa dan guru cenderung tidak dapat menentukan mana yang garam atau bukan garam

Comments

Popular posts from this blog

Bananas Are Radioactive