Besaran dan Satuan
- Ibu menimbang gula sebanyak 300 gram untuk membuat roti.
Keterangan:
Banyaknya gula merupakan besaran massa
300 adalah nilai
Gram adalah satuan massa
Maka besaran adalah segala sesuatu yang memiliki nilai, satuan dan dapat diukur
Perbedaan besaran pokok dan besaran turunan.
B. Satuan
Satuan atau satuan ukur merupakan unit yang digunakan ke kebenaran pengukuran atau sebagai nilai standar pembanding alat ukur takar timbang.
Perhatikan ilustrasi di bawah ini!
Aisyah mengukur tinggi badan adik Mina dengan jengkal, senilai 12 jengkal. Kemudian kakak Laila mengukur tinggi badan adik Mina dengan menggunakan jengkal nya, senilai 15 jengkal.
Aisyah dan Kakak Laila merasa bingung karena hasil pengukuran tinggi badan adik Mina berbeda jika dilakukan pengukuran dengan menggunakan jengkal. Oleh karena itu Kakak Laila berinisiatif untuk mengambil sebuah meteran, kemudian bersama-sama bergantian melakukan pengukuran tinggi badan adik Mina. Ternyata diperoleh hasil pengukuran yang sama yaitu itu senilai 120 cm.
Berdasarkan ilustrasi diatas maka kita dapat mengetahui adanya perbedaan alat ukur dapat mempengaruhi hasil pengukuran. Alat ukur yang paling tepat dan akurat adalah menggunakan alat ukur yang sesuai dengan standar internasional.
Satuan yang diakui oleh standar internasional merupakan satuan baku yang memiliki nilai tetap dan akurat, contohnya, km, cm, m dan lainnya.
Jengkal, depa, kilan, kaki merupakan satuan yang tidak baku dikarenakan dipengaruhi oleh alat ukur yang berbeda-beda.
Maka dapat disimpulkan satuan menjadi dua yaitu satuan yang baku dan satuan yang tidak baku.
Di dalam Islam satuan yang tidak baku sering sekali digunakan untuk menggambarkan nilai suatu ukuran.
Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 3079
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا، ثُمَّ قَالَ: اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ مِنْ الْمَلاَئِكَةِ، فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّونَكَ تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ. فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَقَالُوا: السَّلاَمُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَزَادُوهُ: وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ، فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ حَتَّى الآنَ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ bersabda:
Allah menciptakan Adam as dan tingginya enam puluh hasta, kemudian Dia berfirman:
Pergilah kamu dan berilah salam kepada mereka para malaikat, maka dengarkanlah bagaimana mereka menjawab salam penghormatan kepadamu dan juga salam penghormatan anak keturunanmu.
Maka Adam menyampaikan salam:
al-salaamu alaikum (salam sejahtera untuk kalian).
Mereka menjawab:
al-salaamu alaika wa rahmatullah (salam sejahtera dan rahmat Allah untukmu) Mereka menambahkan kalimat wa rahmatullah.
Setiap orang yang akan masuk surga sifatnya seperti Adam as, dan manusia terus saja berkurang (tingginya) sampai sekarang.
Masya Allah Maha Benar Allah atas segala firmannya.
Comments