Contoh bahan ajar kimia (Explisit Scientific Inquiry Instruction)

 KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN

Kompetensi Dasar

3.1 Memahami hakikat ilmu kimia, metode ilmiah dan keselamatan kerja di laboratorium serta peran kimia dalam kehidupan.

4.1 Menyajikan hasil pengamatan tentang hakikat ilmu kimia, metode ilmiah dan keselamatan kerja dalam mempelajari kimia serta peran kimia dalam kehidupan.

  • Indikator Pencapaian Kompetensi 

Siswa dapat: 

menjelaskan hakikat ilmu kimia.

menerapkan metode ilmiah dalam sebuah penelitian.

menyajikan laporan penelitian tentang peran kimia dalam makanan.

  • Tujuan Pembelajaran 

Melalui keterlibatannya dalam explisit scientific inquiry instruction, setiap siswa diharapkan dapat: 

menjelaskan hakikat ilmu kimia.

menerapkan metode ilmiah dalam sebuah penelitian.

menyajikan laporan penelitian tentang peran kimia dalam makanan .


BAHAN AJAR

BAB 1

“Hakikat ilmu kimia, metode ilmiah dan keselamatan kerja”

 (Catatan: Bahan Ajar ini hanya dirancang untuk tujuan pembelajaran 1-3) 


FASE 1: ORIENTASI


Sumber: https://www.merdeka.com/sehat/waspadai-buah-buahan-berbahan-kimia.html


Konsep Ilmu Kimia 

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak mendengar tentang makanan yang mengandung bahan kimia adalah termasuk makanan yang berbahaya. Hal ini sangat mempengaruhi pemahaman hingga pola hidup masyarakat sekitar yang menganggap segala sesuatu yang berbahan kimia adalah berbahaya dan beracun. Faktanya tidak semua makanan yang berbahan kimia berbahaya dan beracun.

Pada dunia pendidikan telah diketahui bahwa kimia merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam. Tidak semua masyarakat umum memahami dalam mengartikan kimia sesungguhnya. Padahal seluruh benda baik hidup tak hidup memiliki kandungan bahan kimia, baik kimia organk maupun anorganik. Kesalahpahaman konsepsi masyarakat tentang kimia dapat berujung fatal karena akan menimbulkan pemahaman yang salah secara berkelanjutan. Untuk memahami ilmu kimia secara jelas akan kita bahas dalam bahan ajar ini.


FASE 2: KONSEPTUALISASI

Ilmu Kimia adalah bagian dari IPA yang fokus pada pembahasan tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi serta energi yang menyertainya. Prinsip dasar yang menjadi acuan perkembangan ilmu Kimia adalah adanya perubahan bentuk atau susunan partikel menjadi bentuk lain dengan sifat yang berbeda. Contohnya zat A direaksikan dengan zat B, reaksi antara keduanya pasti menghasilkan zat baru, sebut saja zat C, di mana sifat zat C ini berbeda dengan sifat zat A maupun B. Ruang lingkup Kimia meliputi susunan, struktur, sifat, serta perubahan materi dan yang menyertainya. Secara umum, kimia dibedakan menjadi dua, yaitu kimia deskriptif dan kimia teoritis. 


Bagi ilmuwan untuk memahami metode ilmiah yang baik dan benar. Gagasan yang mereka usulkan hanya bisa terjawab melalui metode ilmiah. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut.

Merumuskan masalah dengan cara fokus pada bahasan tertentu atau tema tertentu.

Mengkaji teori atau penelitian sebelumnya yang bertujuan untuk menghindari tumpang tindih penelitian. Artinya, jangan sampai penelitian yang dilakukan ternyata sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh orang lain.

Mengajukan hipotesis bertujuan untuk mendapatkan kesimpulan sementara berdasarkan analisis yang telah dilakukan.

Melakukan eksperimen untuk menguji hipotesis.

Mengumpulkan data.

Mengolah dan menganalisis data-data hasil penelitian.

Membuat kesimpulan.

Melaporkan hasil penelitian dalam bentuk laporan ilmiah.

Sebagai seorang yang bekerja di bagian laboratorium, penting kiranya untuk memperhatikan keselamatan kerja di laboratorium. Adapun tata tertib dan peringatan lainnya adalah sebagai berikut.

 

Sebagai seorang yang bekerja di bagian laboratorium, penting kiranya untuk memperhatikan keselamatan kerja di laboratorium. Ada[un tata tertib dan peringatan lainnya adalah sebagai berikut.

1. Tata tertib di laboratorium

Tata tertib di laboratorium yang harus dipatuhi adalah sebagai berikut.Menggunakan jas laboratorium, kacamata pengaman, dan sepatu tertutup.

Membaca petunjuk praktikum dengan cermat.

Tidak makan dan minum di laboratorium.

Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan setelah praktikum.

Tidak menggaruk kulit yang terkena bahan kimia.


FASE 3: INVESTIGASI 

Untuk mengerjakan penelitian ini, bergabunglah dengan kelompok masing- masing dan bekerjalah sesuai dengan kaidah cooperative learning. Adapun tugas masing-masing anggota kelompok adalah: 

1) Pemimpin/Penasihat Keamanan – memastikan bahwa setiap anggota kelompok mengerjakan tugas masing-masing dan mematui semua aturan keselamatan kerja. 

2) Pakar Bahan – mengambil bahan di depan kelas, (berupa sampel makanan mengandung pewarna organik atau mengandung bahan kimia organik dan mengandung pewarna buatan atau bahan kimia anorganik.

3) Teknisi – melakukan uji identifikasi pewarna alami atau pewarna buatan.

4) Notulen – merekam hasil pengamatan. 

Untuk menjawab rumusan pertanyaan di atas, rancanglah suatu penelitian. Untuk membantu pekerjaan Anda, gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai penuntun penelitian.


FASE 4: PENYUSUNAN LAPORAN (ARGUMEN) 

Berdasarkan hasil investigasi di atas, susunlah laporan investigasi yang memuat argumen yang terdiri atas tiga bagian: (1) klaim, yaitu pernyataan penerimaan atau penolakan hipotesis; (2) bukti pendukung klaim yang dapat berupa fakta, hasil analisis data, kecenderungan data, interpretasi terhadap fakta atau hasil analisis data, atau fenomena lainnya; dan (3) alasan/penjelasan, berupa konsep, prinsip, atau teori yang menunjukkan keterkaitan antara klaim dengan data yang digunakan untuk mendukung klaim tersebut. Gunakan Format LKS Lampiran 2 sebagai panduan penyusunan laporan. 

Jangan lupa, setiap anggota kelompok wajib memahami, bertanya, dan membantu anggota kelompok lain untuk memahami konstruksi dan makna argumen yang dirumuskan oleh kelompoknya.


FASE 4: PRESENTASI 

1. Presentasi atau klasikal diskusi 

• Hendaklah salah satu kelompok mempresentasikan laporan yang dibuatnya. 

• Kelompok lain yang argumennya (klaim, bukti, dan penjelasan) berbeda dengan argumen yang disajikan oleh presenter dipersilakan untuk menyampaikan perbedaan argumennya dan berargumentasilah. 

• Lakukan evaluasi terhadap klaim, validitas bukti yang digunakan untuk 

• mendukung klaim, dan kebenaran penjelasan yang digunakan. 


FASE 5. Refleksi dan Penguatan 

• Pengetahuan dan keterampilan apa yang Anda peroleh dalam pembelajaran ini? 

• Pengetahuan apa yang belum Anda pahami? Keterampilan mana yang belum bisa Anda lakukan? 

• Pemberian penekanan terhadap hasil pembelajaran yang bukan pengetahuan ilmiah yang diharapkan diperoleh oleh siswa, misalnya, keterampilan penalaran, penjelasan ilmiah, argumentasi ilmiah, scientific inquiry abilities, nature of science, nature of scientific inquiry, science process skills, dan sebagainya. 


3. Laporan Individu 

Setelah memahami keseluruhan investigasi, setiap siswa wajib memuat laporan individu secara ringkas dan disetujui oleh asisten atau guru matapelajaran dengan format sebagai berikut:


FASE 6: PENGAYAAN

Pada tahun 2013, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) RI, pada Bab III pasal 3 disebutkan pewarna makanan yang diijinkan terdiri dari 2 jenis. Yaitu pewarna alami dan pewarna sintesis. Selanjutnya silahkan baca link: https://www.academia.edu/19021970/BPOM_No_37_Tahun_2013_Batas_Maksimum_Penggunaan_BTP_Pewarna 


a) Berdasarkan data tersebut, apakah semua makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya?

  …………………………………………………………………………...... .................... 

b) Bukti apakah yang anda gunakan untuk mendukung jawaban anda? …………………………………………………………………………..… .................... 

c) Beri penjelasan mengapa bukti tersebut dapat mendukung jawaban anda? …………………………………………………………………………...... .................... 



DISKUSIKAN 

Pengaruh ambang batas terhadap penggunaan pewarna pada makanan




Comments

Popular posts from this blog

Bananas Are Radioactive